12 Desa Meriahkan MTQ Kecamatan Cileungsi, Camat: Bukan Sekadar Lomba, Tapi Membentuk Generasi Qur’ani

BOGOR, JABARUPDATE.COM – Pemerintah Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Cileungsi di halaman Masjid Baitussalam, kawasan Metland Transyogi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Kegiatan tersebut diikuti oleh kafilah dari 12 desa se-Kecamatan Cileungsi. Dengan mengusung tema “Menumbuhkan Cinta Al-Qur’an, Membentuk Generasi Islami yang Unggul dan Berkarakter”, MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap Al-Qur’an.27/8/26

Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai ta’aruf yang berlangsung meriah. Masyarakat dari berbagai desa turut ambil bagian dan memberikan sambutan antusias terhadap pelaksanaan MTQ tersebut.
Camat Cileungsi, Adi Henryana, mengatakan bahwa MTQ tingkat kecamatan merupakan salah satu kegiatan penting dalam membangun semangat generasi muda agar lebih dekat dengan Al-Qur’an, mempelajari kandungannya, serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

“Alhamdulillah, MTQ tingkat Kecamatan Cileungsi dilaksanakan di halaman Masjid Baitussalam dan diikuti oleh 12 desa yang ada di Kecamatan Cileungsi. Sebelumnya diawali dengan pawai ta’aruf dan alhamdulillah masyarakat begitu antusias,” ujar Adi kepada awak media.

Menurutnya, sejumlah cabang perlombaan digelar dalam MTQ tersebut, di antaranya tahfidz Al-Qur’an, kaligrafi, serta berbagai cabang lainnya. Masing-masing desa mengirimkan kafilah terbaik untuk mengikuti perlombaan.
Adi menegaskan, tujuan utama pelaksanaan MTQ bukan semata-mata untuk mencari juara, tetapi bagaimana kegiatan tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter generasi muda.

“Harapan kami tentunya ini bukan semata-mata untuk lomba. Bagaimana caranya generasi muda kita bisa lebih mencintai Al-Qur’an, lebih mempelajari Al-Qur’an dan juga bisa mengaplikasikan serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia menambahkan, perkembangan zaman menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kedekatan generasi muda dengan nilai-nilai keagamaan. Karena itu, diperlukan peran bersama antara pemerintah, masyarakat, keluarga, dan lingkungan pendidikan untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.

“Kita merasakan bahwa generasi muda saat ini agak jauh dari kecintaan terhadap Al-Qur’an. Mudah-mudahan melalui kegiatan MTQ ini, kecintaan itu bisa tumbuh kembali dan menjadi bagian dari kehidupan mereka,” ungkap Adi.
Ia berharap, semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh 12 desa dalam pelaksanaan MTQ tersebut dapat terus dipertahankan. Lebih dari sekadar kompetisi, MTQ diharapkan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang memiliki prestasi sekaligus akhlak, karakter, dan nilai-nilai Islami .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *