Peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 AJMPI Tegaskan Dukungan terhadap Komitmen Pemerintah dan Dorong Kesejahteraan Buruh

Headline36 Dilihat

JABAR UPDATE || Jakarta, 1 Mei 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2026, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Jurnalis Merah Putih Indonesia (DPP AJMPI), Muhamad Wahidin, SH, menyampaikan aspirasi serta pandangan strategis terkait kondisi ketenagakerjaan di Indonesia.

Dalam keterangannya, Muhamad Wahidin menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh Internasional merupakan momentum penting untuk mengenang sejarah panjang perjuangan kaum pekerja dalam menuntut hak-haknya, sekaligus menjadi refleksi bersama terhadap capaian dan tantangan di sektor ketenagakerjaan saat ini.01/5/26

“Hari Buruh bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi merupakan simbol perjuangan, solidaritas, dan semangat untuk terus memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh pekerja. Buruh adalah pilar utama pembangunan ekonomi bangsa yang harus mendapatkan perhatian serius dari semua pihak,” ujarnya.

Lebih lanjut, AJMPI menyampaikan apresiasi terhadap langkah dan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas perlindungan tenaga kerja, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami dari AJMPI tetap mendukung komitmen pemerintah dalam menciptakan kebijakan yang berpihak kepada buruh, termasuk dalam hal peningkatan kesejahteraan, perlindungan hukum, jaminan sosial, serta penguatan kompetensi tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Muhamad Wahidin juga menyoroti sejumlah isu strategis ketenagakerjaan yang masih perlu mendapatkan perhatian bersama, antara lain:

  • Peningkatan upah yang layak dan berkeadilan sesuai dengan kebutuhan hidup;
  • Perlindungan terhadap pekerja sektor informal dan pekerja rentan;
  • Penegakan hukum terhadap pelanggaran hak-hak buruh;
  • Peningkatan kualitas pelatihan dan pendidikan vokasi;
  • Adaptasi terhadap perubahan dunia kerja akibat transformasi digital dan teknologi.

AJMPI menilai bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, serikat pekerja, serta masyarakat sipil sangat diperlukan dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang sehat, harmonis, dan produktif.

“Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga stabilitas, kondusivitas, dan menjadikan dialog sosial sebagai jalan utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan. Kolaborasi adalah kunci menuju kesejahteraan bersama,” tegasnya.

Selain itu, AJMPI juga menekankan peran penting insan pers dalam mengawal isu-isu ketenagakerjaan secara objektif, berimbang, dan bertanggung jawab. Pers diharapkan mampu menjadi jembatan informasi antara pemerintah, buruh, dan masyarakat luas.

“Pers memiliki peran strategis dalam menyuarakan aspirasi buruh sekaligus mengedukasi publik mengenai kebijakan ketenagakerjaan. Oleh karena itu, profesionalisme dan integritas jurnalis harus terus dijaga,” lanjutnya.

Menutup pernyataannya, Muhamad Wahidin berharap agar peringatan Hari Buruh Internasional tahun 2026 dapat menjadi momentum memperkuat persatuan nasional serta meningkatkan komitmen bersama dalam mewujudkan kesejahteraan buruh Indonesia.

“Semoga semangat Hari Buruh tahun ini semakin memperkokoh solidaritas dan membawa perubahan nyata bagi peningkatan kesejahteraan pekerja di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Tentang AJMPI
Aliansi Jurnalis Merah Putih Indonesia (AJMPI) adalah organisasi profesi yang menghimpun jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia, dengan komitmen untuk menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, profesionalisme, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya. (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *