JABAR UPDATE ||CILEUNGSI – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Cileungsi untuk perencanaan tahun 2027 telah diselenggarakan pada Jumat (26/01/2026) dengan tema “Pengembangan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru dalam Rangka Peningkatan Kesejahteraan Wilayah, Kemandirian dan Pengangguran”.

Acara ini mengangkat berbagai permasalahan krusial dan usulan pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Di antaranya adalah kekurangan lampu PJU ikonik di Flyover Cilendek (perlu sekitar 30 unit, saat ini hanya 10-20 unit), perencanaan taman overflow dan pagar besi, serta upaya penertiban pedagang kaki lima (PKL) melalui patroli rutin, pengaktifan lampu merah, dan pemasangan grill kaleng.
Permasalahan Banjir dan Sampah
Sebanyak 12 desa di kecamatan berpotensi terkena banjir saat hujan deras. Diperlukan penataan wilayah, pembuatan terowongan penampung air (TPT) sepanjang 250 meter, perbaikan CCTV, dan normalisasi Kali Cibareuk. Beberapa upaya telah dilakukan seperti pelebaran box cover sepanjang 24-3 meter melalui swadaya pengusaha.
Untuk permasalahan sampah, volume harian mencapai lebih dari 50 ton (termasuk 12-13 ton dari Pasar Keluarga Cilengsi), namun hanya 30 unit mobil angkut yang melayani 75 desa dengan pembuangan ke Galuga yang cukup jauh. Diperlukan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) dengan potensi bantuan 1,5 miliar rupiah, mengingat TPS Luna dan Bantaruban tidak dapat digunakan lagi. Pihak kecamatan juga melaksanakan kegiatan pembersihan “Bestie” setiap Jumat dan pembinaan pemilahan sampah.
Infrastruktur Jalan dan Program Unggulan
Banyak usulan perbaikan jalan yang diajukan sejak 2024 belum terealisasi, antara lain ruas Gandoang Bojong, Cilisigi-Gol Gandoang, Limus-Tinggal Makasari, dan Cilis Kedek (kewenangan Pemkab Bogor). Jalan penghubung Dayung-Mampir yang viral di medsos ternyata milik Yayasan Purwabati, bukan pemerintah daerah.
Untuk mendukung ekonomi masyarakat, akan dilakukan pelatihan perusahaan dan program budidaya perikanan. Di sektor pertanian direncanakan pengadaan pupuk organik dan bantuan benih. Pembangunan Gerai Koperasi Desa Membangun (KDMP) telah mencapai 10 dari 12 desa target, dengan Desa Cileungsi dan Cilacap Kidul Palurani masih menghadapi kendala lahan. Dalam sektor kesehatan, sekitar 20 Sarana Pengelolaan Persampahan Rumah Tangga (SPPG) telah ada namun baru 9 yang beroperasional.
Hasil Kerjasama dan Harapan
Taman KNPI telah berhasil dibangun melalui CSR dari Pemkab Bogor melalui PT Anggabaya dan perlu dilakukan pemeliharaan oleh komunitas. Pelebaran saluran Kali Cibareko (dari 80 cm menjadi lebih dari 1 meter) sepanjang 24 meter telah selesai dengan lahan yang digratiskan oleh pemilik, namun pembuatan TPT hanya mencapai 45 meter dari target 250 meter. Pihak kecamatan berharap pembangunan TPT dapat dilanjutkan pada tahun 2026 untuk mengantisipasi banjir di kawasan perumahan.
Semua usulan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan program pembangunan yang tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Cileungsi.( jero)











